Tampilkan postingan dengan label wisata bahari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata bahari. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Juli 2013

West Sumatera sport


Sport


Trekking
West Sumatra is with all her natural beauty a great place for walking, biking and trekking. You can go on your own with public transport. Busses in all colours and sizes go anywhere all the time, or you can rent a bike or car. If you want to go into the jungle, you better take a guide. They know how to survive there and, not the less important know how to get out again.
From Bukittinggi you can also make a trekking to Siberut Island. It takes 2 days to go there and 2 days back. One day on a boat. Most trekking's are 10 days. You will walk trough the unspoiled jungle of Siberut, pass rivers and swamps and visit many villages. So you have to be in good shape.
The programmes we offer, includes transportation, English speaking guide, local guide, and food during the trek (not on the mainland or the boat), accommodation and Mentawai porters for food supplies.
jungletrek
Wild water rafting
In the Sawahlunto Sijunjung regency wild water rafting and river tours have been extensively researched as this area has several rivers. At this stage the best river is the Kantian River, witch flows from Muarto Sijunjung to Riau. Flowing through panoramic scenery this river includes wild water rapids ranging up to a technical grade IV to V.

Paragliding
Around the lake of Maninjau, from the Top Lawang, there is a possibility for para-gliding down to the lake. The service is quit new, so you better ask around in Maninjau village. The view from the top is spectacular. For people who want to walk down there is a small jungle path, from the entrance of Top Lawang. Half the way is a small jungle hotel, where you can stay a night over.

Bicycle Racing
The first edition of Tour de Singkarak held in 2009. Tour de Singkarak is usually held between the months of May-June. Since the first edition, Tour de Singkarak usually lasts for 7 days. This year, Tour de Singkarak will be held on June 3 to 9, 2013. Along the race route of Tour de Singkarak , participants and spectators can enjoy the natural beauty of the mountains of West Sumatra and the colorful local culture.
One of the stages in Tour de Singkarak is passing through a small and romantic town, called Sawahlunto. Sawahlunto is an old city that filled with many stories from Dutch colonial period. Dutch colonists at that time exploited coal from this city. Old mining relics and buildings from the Dutch colonial era still prevalent.
For this time, I will not elaborate this Tour de Singkarak things, I just wanted to show the Tour de Singkarak atmosphere with the beauty of West Sumatra province as the backdrop. For further information about Tour de Singkarak, please visit www.tourdesingkarak.com
tour de Sinkarak

Diving
Off Padang in the canter of the west coast is a group of small islands with a variety of different dive sites with Indian Ocean visibility and a big variety of underwater life. The coral slopes and walls tempt divers with the opportunity to see hammerheads, big turtles, white- and black tip sharks, schools of unicorn fish, and occasionally a pod of dolphins. The reef is fairly damaged in places, but this doesn't always have a direct effect on the quantities of fish, rather it is the variation of species that changes. There is also the attractive hull of the Kapal Wreck, which promises good bottom times from its shallow position. Further off the coast are the larger Mentawai Islands - renowned among surfers, but still relatively unexplored by divers.

sikutai

Surfing around Siberut
Mentawai is group of islands in West Sumatra. Siberut is the main island. Mentawai has the best surfing location in the world. In 1991 Rip Curl took ten of the best surfers in the world, to research and prove the intensity of that location. They claimed that the Mentawai Islands were one of the best surfing spots in the world beside Hawaii.
The conclusion of the group was that the wave condition, available in Mentawai Islands, was very good for surfing, it has a big, high and long waves, what makes that the surfers don't want to stop. There are many bungalows available for longer stay at the beaches.

West Sumatera sport 9out of 10 based on 10 ratings. 12789 user reviews.
W3 Directory - the World Wide Web Directory

Senin, 08 Juli 2013

Kisah Legenda si Malin Kundang anak durhaka


Legenda Malin Kundang.
air manis beach

Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.
Maka tinggallah si Malin dan ibunya di gubug mereka. Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah 1 tahun lebih lamanya, ayah Malin tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin untuk mencari nafkah. Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya. Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.
Malin kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang, tetapi karena Malin terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati. Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. "Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak", ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata.Kapal yang dinaiki Malin semakin lama semakin jauh dengan diiringi lambaian tangan Ibu Malin Kundang. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.
selamat jalan anakku malin


 Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.

Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya. 
the story malin kundang


Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
melamar putri


Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.

Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
penantian di pantai air manis


Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?", katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian? Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh. 
Kesedihan seorang ibu


"Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku", kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping. "Wanita itu ibumu?", Tanya istri Malin Kundang. "Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku", sahut Malin kepada istrinya. Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menengadahkan tangannya sambil berkata "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.
Malin Kundang


Pesan Moral : Sebagai seorang anak, jangan pernah melupakan semua jasa orangtua terutama kepada seorang Ibu yang telah mengandung dan membesarkan anaknya, apalagi jika sampai menjadi seorang anak yang durhaka. Durhaka kepada orangtua merupakan satu dosa besar yang nantinya akan ditanggung sendiri oleh anak.
dongeng malin kundang sebelum tidur


Kisah Legenda si Malin Kundang anak durhaka 9out of 10 based on 10 ratings. 12789 user reviews.
W3 Directory - the World Wide Web Directory

Minggu, 30 Juni 2013

Legenda Siti Nurbaya Cerita Kasiah Tak Sampai

www.paketliburan.info
Anak Daro
Pusara sang legenda Siti Nurbaya
Kuburan Sitinurbaya Gunung Padang
Gaya dan maksud yang licik Datuk Maringgih meminjamkan uangnya kepada Baginda Sulaiman. Dari uang Datuk Maringgih itu, usaha dagang Baginda maju pesat. Tapi, sayang, ternyata Datuk Maringgih jadi iri hati melihat Baginda Sulaiman yang mampu memajukan usaha dagangannya. Akhirnya Datuak Maringgih memerintahkan orang-orang suruhanya, yakni pendekar lima, pendekar empat serta pendekar tiga, serta yang lainnya, untuk membakar toko Baginda Sulaiman. Sehingga sijago merah melalap toko milik Baginda Sulaiman, habis terbakar dan menjadi debu. Baginda Sulaiman jatuh bangkrut, sekligus hutang menumpuk pada Datuk Maringgih.
Di tengah kesedihan mendalam musibah terbakarnya toko milik Baginda Sulaiman, Datuk Maringgih datang menagih hutangnya. Baginda Sulaiman jelas tidak mampu membayar hutangnya.
Hal ini sengaja dilakukan Datuk Maringgih, karena tahu, bahwa Baginda Sulaiman tidak akan mampu membayarnya. Ketidak mampuan Baginda Sulaiman membayar hutang jadi alasan bagi Datuk Maringgih untuk menawar Siti Nurbaya, putri Baginda Sulaiman dijadikan istrinya. Sebab kalau tawaran Datuk Maringgih diterima, maka hutang lunas. Baginda Sulaiman dengan terpaksa dan berat hati, Siti Nurbaya, putri kesayangannya diserahkan menjadi istri Datuk Maringgih.
Jembatan Sitinurbaya
Kala itu, Samsul Bahri, kekasih Siti Nurbaya sedang menuntut ilmu di Jakarta. Siti Nurbaya sengaja memberitahu kekasihnya Samsul Bahri melalui surat yang dikirimi ke Jakarta. Akibatnya Syamsul Bahri sangat terpukul, gadis pujaannya telah jadi milik Dt. Maringgih. Cinta yang tulus dan menggebu-gebu tinggal kenangan.
Sebaliknya, Siti Nurbaya, hatinya bagaikan teriris, iris sembilu dan hancur. Samsul Bahri kekasih yang sagat disayangi lepas, tak bisa jadi pelindung hidupnya akibat petaka yang menimpa keluarganya.
Tidak lama kemudian, Baginda Sulaiman, ayah dari Siti Nurbaya jatuh sakit. Kebetulan Samsul Bahri sedang berlibur, sehingga punya kesempatan untuk mengunjungi keluarganya di Padang. Dalam kesempatan liburan tersebut, sekaligus mengunjungi Siti Nurbaya yang sangat dirindukan.
Ketika Samsulbahri sampai di rumah Siti Nurbaya, sempat duduk-duduk di bawah pohon. Tiba-tiba muncul Datuk Maringgih di depan mereka. Datuk Maringgih melihat istrinya berdua dengan bekas pacarnya sedang bersendagurau langsung marah. Akibatnya Datuk Maringgih berusaha menganiaya istrinya Siti Nurbaya.
Rupanya, Samsul Bahri tidak mau diam melihat mantan kekasaihnya dianiaya.Samsul Bahri memukul Datuk Maringgih sampai tersungkur ketanah. Lalu, Siti Nurbaya saking kaget dan takut, berteriak dengan suara lantang, sehingga terdengar ayahnya di rumah yang sedang sakit keras.
Mendengar teriakan putri kesayangannya itu, Baginda Sulaiman berusaha bangun, tapi tidak kuat berdiri, akhirnya terjatuh ke lantai rumahnya. Akhirnya ayah Siti Nurbaya menghembuskan nafas terakhirnya.
Peristiwa itu, dijadikan pula bagi Datuak Maringgih untuk mengusir Siti Nurbaya, karena dianggap telah mencoreng nama baik keluarganya dan adat istiadat. Siti Nurbaya kembali ke kampungnya dan tinggal bersama bibinya. Sementara Samsul Bahri di Jakarta hatinya hancur dan dendam kepada Datuk Maringgih yang telah merebut kekasihnya. Siti Nurbaya mencoba menyusul kekasihnya, Salsul Bahri ke Jakarta.
Namun ditengah perjalanan hampir meninggal dunia, Siti Nurbaya terjatuh kelaut karena ada seseorang yang mendorongnya. Tetapi Siti Nurbaya diselamatkan oleh seseorang yang telah memegang bajunya hingga dia tidak jadi jatuh ke laut.
Walau Siti Nurbaya selamat, tapi marabahaya berikutnya menunggu lagi, di daratan. Ketika sampai di Jakarta Siti Nurbaya ditangkap polisi, karena Datuak Maringgih mengirim surat telegram berisi memfitnah Siti Nurbaya. Siti Nurbaya ke Jakarta telah membawa lari emasnya,
Samsulbahri berusaha menolong kekasihnya, agar pihak pemerintah mengadili Siti Nurbaya di Jakarta saja, bukan di Padang seperti permintaan Datuk Maringgih. Namun usahanya tidak berhasil. Proses persoalan Siti Nurbaya tetap dilaksanakan di Padang. Namun karena Siti Nurbaya tidak terbukti bersalah akhirnya, bebas.
Beberapa waktu kemudian. Samsul Bahri naik pangkat menjadi Letnan, lalu ditugaskan Pemerintah ke Padang untuk membrantas para pengacau yang ada di daerah Padang. Para pengacau itu rupanya salah satunya adalah Datuk Maringgih. Maka terjadilah pertempuran sengit antara Letnan Mas (gelar Samsul Bahri) dengan pengawal Datuk Maringgih. Letnan Mas berduel dengan Datuk Maringgih. Datuk Maringgih dihujani peluru. Namun sebelumnya Datuak Maringgih sempat melukai Letnan Mas dengan pedangnya. Datuk Maringgih meninggal ditempat, sedangkan Letnan mas dirawat di rumah sakit.
Saat di rumah sakit, sebelum meninggal dunia, dia minta agar dipertemukan dengan ayahnya untuk minta maaf atas segala kesalahannya. Ayah Samsul Bahri juga sangat menyesal telah mengata-ngatai dia tempo dulu, yaitu ketika kejadian Samsul Bahri memukul Datuk Maringgih dan mengacau keluarga orang. Ini sangat melanggar adat istiadat dan memalukan.
Setelah berhasil betemu dengan ayahnya, Samsul Bahri meninggal dunia. Namun, sebelum meninggal dia minta kepada orangtuanya agar nanti di kuburkan di Gunung Padang dekat kekasihnya Siti Nurbaya. Perminataan itu dikabulkan oleh ayahnya, dia dikuburkan di Gunung Padang dekat dengan kuburan kekasihnya Siti Nurbaya. Dan disanalah kedua kekasih yang saling mencintai ini bertemu terakhir, dan bersama untuk selama-lamanya..
Legenda Siti Nurbaya Cerita Kasiah Tak Sampai 9out of 10 based on 10 ratings. 12789 user reviews.
W3 Directory - the World Wide Web Directory